Posted by: frasa | November 9, 2007

Semarang Adenium Contest, Geliat Adenium di Kota Lumpia

Pukul 03.00 sore terik matahari masih menyengat kota Semarang. Tanpa menghiraukan panas, 4 pria mondar-mandir di depan 9 arabicum ra chinee pandok (RCN) peserta Semarang Adenium Contest. Usai memeriksa seksama, Rusmadi, juri kehormatan, mengingatkan 3 anggota tim juri. ‘Hati-hati, inilah partai neraka. Kualitas peserta setara, abaikan tren juara dan nilailah secara detail,’ ujar juri asal Kebumen itu. Enam jam berselang, tim juri sepakat menobatkan RCN koleksi Buntoro sebagai yang terbaik.

Ra chinee pandok itu memang luar biasa. ‘Ia menang mutlak. Nilai tata letak, arah, dan proporsi ukurannya tertinggi di antara semua peserta,’ kata Rusmadi. Tiga juri-Supriyanto, Destika Cahyana, dan Erlambang Sasongko-pun mengganjarnya dengan nilai 48,5. Ia menaklukkan 2 saingan terberatnya, ra chinee pandok koleksi Hartono Purnomosidi dan saudara selubuknya-juga milik Buntoro. Kedua RCN di pilar nomor 4 dan 9 itu masing-masing mengumpulkan poin 45,8 dan 45, 16.

Menurut Rusmadi, kemenangan itu sangat fenomenal. Musababnya, salah satu saingan-penghuni pilar nomor 9-tampil penuh bunga. ‘Sekilas banyak orang menduga RCN penuh bunga bakal juara. Di tahapan kelengkapan komponen pohon pun unggul, tapi bila diamati seksama, keselarasannya kalah jauh,’ tutur Rusmadi. Supriyanto dan Erlambang menyebut tata letak tanaman di pot dan arah gerak tanaman kurang tepat sehingga RCN itu mesti puas di posisi ke-3. Takluk pada 2 rivalnya-sang jawara dan runner up-yang berlaga tanpa bunga.

ArabicumPertarungan tak kalah seru berlangsung di kelas arabicum besar. Bedanya sejak awal lomba 3 arabicum asal Surabaya tampil mendominasi. Pesona ketiganya memikat pengunjung dan jurnalis dari media cetak dan elektronik yang hadir. Sebut saja arabicum milik Kevin, Surabaya, yang bertaburan bunga. Kemunculannya seolah mematahkan anggapan arabicum yaman selalu bertarung tanpa bunga di arena lomba.

Dua arabicum pesaing-keduanya milik Hartono Purnomosidi, asal Surabaya-tampil gagah karena memang dipersiapkan untuk berlaga. Caudek, di atas permukaan media terbebas dari cabang yang tak beraturan. Daun yang terlalu besar pun dipangkas. Penampilannya jauh berbeda dengan 5 peserta lain yang tampil seadanya. Dominasi 3 arabicum asal Jawa Timur itu memudahkan tim juri menentukan sang pemenang.

Seperti diduga, arabicum koleksi Kevin, mendulang poin tertinggi, 59,8. Penghuni pilar nomor 5 itu menaklukkan 2 arabicum milik Hartono yang hanya mengumpulkan nilai 48,5 dan 44,6. Di kelas arabicum kecil, pertarungan klasik-antara hasil program kaki dan nonprogram-di berbagai arena kontes kembali terulang. Kali ini, arabicum hasil program kaki milik Hariyanto menang telak dengan nilai 44,3. Ia meninggalkan sang runner up, koleksi Aldika, Klaten, dengan selisih poin 5,7.

TerbesarLaga adenium bertajuk Semarang Adenium Contest itu diikuti oleh 83 peserta dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Menurut Erlambang Sasongko, salah satu juri, jumlah peserta yang menembus angka 80 mengukuhkan kontes itu sebagai yang terbesar di Jawa Tengah. Maklum, meski Jawa Tengah dikenal sebagai pelopor berbagai kontes tanaman hias, jumlah peserta lomba adenium tak pernah menembus angka 60. Dalam 3 tahun terakhir, hingar-bingar kontes adenium di Jawa Tengah tersalip Jawa Timur, Jakarta, dan Bali yang mampu menyuguhkan 100-250 peserta kontes.

Kontes yang digelar Jarant Art Work bekerja sama dengan Yayasan Sosial Lindu Aji, Semarang, itu menjadi tonggak sejarah bagi Jawa Tengah untuk mengejar ketertinggalan. ‘Selama ini Semarang dikenal sebagai ‘raja’ adenium bunga. Maraknya kontes kali ini menjadi sinyal kebangkitan adenium. Mulai dari bunga, bentuk, hingga unik,’ tutur Supriyanto. Menurut Ainur Rofiq, panitia kontes, kebangkitan adenium Jawa Tengah itu menjadi istimewa. Pasalnya, sang mawar gurun bangkit kala anthurium di Jawa Tengah bergejolak.

Tentu saja kebangkitan itu disambut baik oleh berbagai kalangan. Sebut saja Hartono Purnomosidi dari Surabaya. ‘Bila benar adenium di Kota Lumpia telah bangkit, maka cita-cita komunitas adenium bakal segera terwujud di tahun depan,’ katanya. Menurutnya, komunitas adenium tengah merencanakan grand prix adenium di 4-6 kota untuk menentukan the best year adenium. Bukan tak mungkin Semarang bakal ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah selain Jakarta, Surabaya, Kediri, dan Bali. (Destika Cahyana)

Sumber: trubus-online.com


Responses

  1. Test Comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: